Perihal Malam Biru

Perihal Malam Biru

Hai, blog ini punya domain dan judul malam biru. Masih belum jelas apa yang membuat saya berpikiran untuk membeli domain ini. Apa ada hubungannya dengan judul lagu yang dinyanyikan salah satu penyanyi Indonesia? Saya pikir bukan begitu.

Malam biru adalah hal yang terpikirkan begitu saja saat tahun baru 2019.

Kalau mengurai kata, malam biasanya hitam, gelap, tapi kali ini malam warnanya biru. Mungkin karena biru telah diam-diam menjadi warna kesukaan saya setelah kuning. Kemudian malam? Selalu menjadi waktu kesukaan saya.

Bukan, saya bukan wewe atau semacamnya.

Atau bisa jadi, suatu hari, saya bisa melihat malam yang berwarna biru. Suatu hari nanti. Entah di mana.

Perihal Malam Biru
sumber ; pixabay

Tulisan di malam biru isinya apa?      

Saya bukan bloger profesional. Tulisan yang saya tulis di sini saya persembahkan untuk diri saya sendiri. Bukan orang lain. Tidak ada keinginan untuk terkenal lewat sebuah blog. Sama sekali. Hanya saja, sebelum malam saya benar-benar lelap dalam tidur, saya ingin mengungkapkan perasaan saya yang terkuat hari itu juga.

Tanpa banyak berpikir. Hanya menulis saja. Tanpa editing berlebihan atau ilmu SEO.

Saya ingin menulis seperti burung yang bernyanyi, nggak peduli mau ada yang denger apa nggak.

Dalam hidup, saya ingin menikmati dan memaknai momen. Mungkin bukan hal besar, tidak terlalu istimewa atau indah. Tapi, saya ingin hidup di dalamnya. Bahagia atau bersedih.

Makna selalu berubah tapi kenyataan tidak!

Apa yang sudah terjadi. Ia menjadi fakta, ia menjadi kenyaan.

Hari ini, saya boleh bersedih. Saya boleh menangis.

Besok, entah kapan. Makna pasti berubah. Saya pasti berterima kasih pada rasa sakit yang saya rasakan.

Selamat datang untuk saya di malam biru. Tidak ada karpet merah, tidak ada pembaca yang menunggu tulisanmu.

Maka saya harus bergembira bukan? Saya gembira karena tidak membawa beban macam-macam. Saya tidak dituntut oleh pihak lain. Saya tidak punya perasaan “diintai” oleh orang-orang tertentu.

Maka, saya bebaskan diri saya untuk menulis.

Di sini. Di mana setelah seharian berlalu, ada perasaan terkuat yang dirasakan. Di sini. Di malam biru.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *